DLH Sulteng Sulap Sampah Plastik Jadi BBM di Environmental Fest 2025

waktu baca 2 menit
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Tengah memperkenalkan terobosan inovatif pada Environmental Fest 2025 di Lapangan Immanuel. (Foto : ist).

Diksi.net, Palu – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Tengah memperkenalkan terobosan inovatif pada Environmental Fest 2025 di Lapangan Immanuel, Palu, Rabu malam (18/6). Melalui mesin pirolisis, DLH berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung aktivitas nelayan dan petani. Festival ini, yang digelar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup, menjadi ajang kolaborasi dalam mendorong kelestarian lingkungan.

Dengan tema “Hentikan Polusi Plastik,” Environmental Fest 2025 bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Rudi Dewanto, ia mengajak masyarakat memulai langkah sederhana seperti menggunakan tas belanja sendiri, menghindari plastik sekali pakai, dan mendaur ulang sampah.

BACA JUGA :  Gerakan Pilah Sampah Plastik DLH Kota Palu Capai Penjualan 4.700 Kg pada Januari 2024

“Ayo berperan aktif menjaga lingkungan untuk kesejahteraan generasi masa depan,” ujar Rudi.

Mesin Pirolisis: Solusi Atasi Limbah Plastik

Kepala DLH Sulteng, Dr. Yopie M.I. Patiro, menjelaskan bahwa mesin pirolisis mampu mengolah sampah plastik menjadi BBM yang dapat digunakan untuk mesin perahu nelayan dan alat pertanian. Inovasi ini diharapkan mendorong masyarakat memilah sampah plastik dari rumah tangga, sekaligus mengurangi limbah yang sulit terurai.

BACA JUGA :  Paimin Eks Napiter Poso, Menata Hidup Dari Hasil Pertanian

“Inovasi ini bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga menginspirasi aksi nyata masyarakat dalam pengelolaan sampah,” kata Yopie.

BBM hasil daur ulang ini diserahkan secara simbolis oleh Rudi Dewanto kepada kelompok tani Makmur, Madamba, Kabelotapura, dan Beringin 2, serta kelompok nelayan Tenggiri, Teluk Palu, Mina 2 Besusu, dan Khatulistiwa.

Yopie juga menyerukan dunia usaha untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program CSR yang berfokus pada pelestarian lingkungan.

BACA JUGA :  Yatim Piatu dan Buruh Bangunan Lulus Terpilih Menjadi Calon Anggota Polri

“Bisnis harus seimbang antara profit dan keberlanjutan ekologis,” tegasnya.

Environmental Fest 2025 berlangsung selama tiga hari, menampilkan panggung kesenian, diskusi lingkungan, dan pameran dari perusahaan, UMKM, serta DLH kabupaten/kota se-Sulteng. Acara ini menjadi wadah untuk berbagi ide dan inovasi guna mendorong perilaku hijau di masyarakat.

Melalui inovasi mesin pirolisis dan semangat kolaborasi, DLH Sulteng menunjukkan bahwa sampah plastik dapat diubah menjadi solusi berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *