Sekda Palu Lepas Mahasiswa MBKM untuk Perkuat Data Statistik Kelurahan

waktu baca 3 menit
Sekda Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, secara resmi membuka Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Peserta Program MBKM Mandiri Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako. (Foto : Jufri).

Diksi.net, Palu – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, secara resmi membuka Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Peserta Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako. Acara ini berlangsung di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu pada Rabu (12/3/2025).

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Palu, Sekda Irmayanti menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako atas sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat Kota Palu. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu yang terus menjadi mitra strategis dalam pengelolaan data daerah.

Sekda menekankan bahwa Program SDI sangat krusial dalam membangun tata kelola data yang lebih akurat, terintegrasi, dan dapat diandalkan sebagai dasar kebijakan pembangunan. Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Cantik), yang bertujuan memperkuat statistik sektoral di tingkat pemerintahan terkecil.

BACA JUGA :  Bawaslu Kota Palu Laksanakan Pelatihan Saksi Bagi Setiap Parpol Peserta Pemilu

“Melalui program ini, kita ingin memastikan bahwa setiap desa dan kelurahan memiliki kapasitas dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik dengan baik,” ujar Irmayanti.

Mahasiswa yang terlibat dalam program MBKM ini akan berperan dalam pengumpulan, pengolahan, dan analisis data di beberapa kecamatan sasaran, seperti Palu Barat, Tatanga, Ulujadi, Palu Utara, dan Mantikulore. Keberadaan mereka diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyajikan data yang valid dan siap diakses oleh masyarakat.

BACA JUGA :  IKA Teknik Untad Jalin Kerjasama Dengan Pemkot Palu

“Kehadiran mahasiswa ini untuk membantu para lurah dalam menyiapkan data-data kelurahan. Harapannya, setelah program ini selesai, 13 kelurahan yang menjadi sasaran sudah memiliki data profil yang lengkap,” jelasnya.

Irmayanti menegaskan bahwa data profil yang lengkap sangat penting untuk menjadi sumber informasi bagi pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun instansi lainnya. Tanpa data yang valid, perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan akan sulit dilakukan.

Melalui program MBKM ini, para lurah juga didorong untuk berperan aktif sebagai mentor bagi mahasiswa. Mereka diharapkan mampu mengarahkan serta memberikan masukan terkait ide-ide kreatif guna memastikan keberhasilan program ini.

“Setiap bulan, para lurah harus melakukan evaluasi terhadap mahasiswa yang ditempatkan di masing-masing kelurahan. Pastikan data yang dikumpulkan sudah memenuhi standar yang dibutuhkan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kemenekraf dan BPS Sepakati Penguatan Data untuk Buka lapangan Kerja

Sekda juga berharap kerja sama antara Pemerintah Kota Palu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako, serta BPS yang telah berlangsung untuk ketiga kalinya ini dapat terus ditingkatkan.

Di akhir sambutannya, Irmayanti mengucapkan selamat kepada mahasiswa peserta MBKM yang akan menjalankan tugasnya selama empat bulan ke depan. Ia berpesan agar mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan dedikasi tinggi.

“Jadikan pengalaman ini sebagai peluang belajar langsung di lapangan, mengasah keterampilan, serta memahami bagaimana data digunakan dalam pengambilan keputusan di sektor publik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *