Gubernur Sulteng Resmikan Nama Masjid Raya Baitul Khairaat

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura, meresmikan nama Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai identitas baru masjid provinsi yang berlokasi di eks Masjid Agung Darussalam Palu. (Foto : Humas Diskominfo Sulteng).

Diksi.net, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura, meresmikan nama Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai identitas baru masjid provinsi yang berlokasi di eks Masjid Agung Darussalam Palu, Jumat (7/2/2025). Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, stakeholder, panitia pembangunan, serta tokoh masyarakat setempat.

Nama “Baitul Khairaat”, yang berarti “Rumah Kebaikan” dalam bahasa Arab, mencerminkan semangat kebersamaan, toleransi, serta nilai-nilai keagamaan yang universal. Masjid ini diharapkan menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Rusdy Mastura mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan masjid ini sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

BACA JUGA :  Gubernur Gelar Karpet Merah untuk Investor di Berbagai Sektor 

“Papan nama yang diresmikan hari ini bukan sekadar simbol, tetapi juga identitas yang menegaskan eksistensi Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai ikon religiusitas di Sulawesi Tengah,” ujar Gubernur.

Ia menambahkan bahwa peresmian nama masjid ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kerukunan umat beragama serta meningkatkan peran masjid sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan moral generasi muda.

“Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan dan kemanusiaan yang dapat memberikan manfaat bagi semua kalangan,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Bank Indonesia Dorong UMKM Desa Naik Kelas melalui Literasi Keuangan

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola, melaporkan bahwa pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat merupakan bagian dari harapan masyarakat pasca-gempa bumi 2018. Saat ini, progres fisik telah mencapai 70 persen, dengan masa pengerjaan memasuki bulan ke-17 sejak kontrak ditandatangani pada 20 Oktober 2023.

Menurutnya, pembangunan masjid ini melalui proses panjang, dimulai dari sayembara desain pada 2020, perancangan pada 2021, hingga pembangunan fisik yang mengusung standar keamanan gempa dan kesehatan sesuai regulasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

BACA JUGA :  Tim SAR Gabungan Cari Petani Pohon Gaharu yang Tersesat

“Struktur masjid ditopang oleh 483 titik pondasi tiang pancang, memastikan ketahanan terhadap gempa. Selain itu, fasad masjid dihiasi ornamen daun kelor sebagai simbol khas daerah, serta terdapat jam raksasa berdiameter 19,5 meter di bawah kubah enamel,” jelasnya.

Mihrab masjid dirancang dengan konsep lima waktu shalat, sementara interior kubah mengusung konsep Asmaul Husna, mencerminkan nama-nama baik Allah SWT.

Dengan peresmian nama ini, Masjid Raya Baitul Khairaat diharapkan menjadi pusat keislaman yang inklusif, memperkuat persaudaraan umat, serta menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *