Eks Napiter Komitmen Dukung Keamanan Poso

waktu baca 2 menit
Rifai Daeng Mandrapi Bin Daeng Mandrapi (almarhum), alias Papa Fitri, mantan narapidana kasus terorisme asal Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya keamanan di wilayahnya pasca-kebebasannya.

Diksi.net, Poso – Rifai Daeng Mandrapi Bin Daeng Mandrapi (almarhum), alias Papa Fitri, mantan narapidana kasus terorisme asal Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya keamanan di wilayahnya pasca-kebebasannya dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Jawa Barat.

Rifai ditangkap pada 6 September 2021 karena terbukti memiliki senjata api dan amunisi ilegal. Ia kemudian diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dan divonis empat tahun penjara berdasarkan putusan No.453/PID.SUS/2022 PN.JKT BRT tertanggal 11 Agustus 2022. Setelah menjalani hukuman, Rifai mendapatkan pembebasan bersyarat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: PAS-2426.PK.05.09 Tahun 2024 tertanggal 29 November 2024 dan resmi bebas pada 2 Desember 2024.

BACA JUGA :  Kepala Satpol PP Palu Resmi Dilantik sebagai Pejabat PPNS

Saat ditemui di kediamannya, Rifai menyampaikan rasa syukur telah menyelesaikan proses hukum yang selama ini membuatnya merasa khawatir. Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada Satgas Madago Raya yang telah bersilaturahmi dengannya.

“Harapan saya, komunikasi dengan pihak kepolisian bisa terus terjalin untuk mempererat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Poso,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kompolnas Apresiasi Langkah Cepat Polda Sulteng Ungkap Kematian Tahanan Polresta Palu

Lebih lanjut, Rifai bertekad menjadikan pengalaman masa lalunya sebagai pelajaran berharga agar tidak kembali terjerumus dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri dan keluarga. Ia juga siap membantu kepolisian dalam upaya pencegahan paham radikal, intoleran, dan terorisme, terutama di kalangan anak muda di Poso Pesisir.

“Dukungan dari eks napiter dan masyarakat sangat penting agar proses pemulihan keamanan dan penanggulangan radikalisme di Poso bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.

BACA JUGA :  BI Sulteng Gelar Kompetisi QRIS Jelajah Indonesia

Komitmen Rifai dan mantan napiter lainnya diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di Poso, yang memiliki sejarah panjang terkait kelompok radikal. Pihak kepolisian pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *