Kabupaten Poso Fokuskan Anggaran Besar untuk Pengembangan Pariwisata

waktu baca 3 menit
Pembukaan Festival Tampo Lore di salah satu situs megalitikum yang ada di Kabupaten Poso. (Foto : Istimewa).

DIksi.net, Poso – Bupati Kabupaten Poso, Verna Gladies Merry Inkiriwang, mengumumkan alokasi anggaran khusus untuk pengembangan pariwisata di wilayah tersebut pada tahun 2025. 

“Tahun depan, saya sudah menganggarkan untuk pariwisata di Kabupaten Poso. Hanya saja, pagu anggarannya berapa miliar saya lupa nilainya. Kita akan fokus pada tiga aspek utama dalam pariwisata, salah satunya adalah situs megalitikum Pokekea,” ujar Verna Gladies Merry Inkiriwang, jumat (28/06/2024), di Festival Tampo Lore di situs megalitikum Pokekea, Behoa Lore Tengah.

Verna menekankan bahwa pengembangan pariwisata akan melibatkan berbagai dinas terkait. “Masalah pariwisata akan ‘kita keroyok’. Semua dinas akan dilibatkan,” tambahnya. 

Verna juga mengakui bahwa kunjungannya ke situs megalitikum Pokekea baru pertama kali ini, dan ia terkesan dengan keindahan alam yang luar biasa di lokasi tersebut. 

BACA JUGA :  Dorong Pengakuan Dunia, Sulawesi Tengah Gelar Seminar Nasional Warisan Megalitik

“Jujur saya baru satu kali ini ke lokasi ini, kok kayak sudah ngos-ngosan, mungkin karena kurang olahraga, tetapi pas masuk dalam lokasi ini luar biasa bisa melihat pemandangannya sangat indah. Pak Kepala Bappeda juga baru satu kali ke tempat ini,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Diah Agustiningsih, yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura, menambahkan bahwa Festival TampoLore tidak hanya menampilkan seni tradisional, pameran kerajinan tangan, serta kuliner dan tarian khas dari masyarakat Lore, tetapi juga memiliki potensi untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di daerah tersebut. 

BACA JUGA :  Aksi Nyata Lawan Krisis Iklim, ROA dan Tahura Sulteng Tanam 600 Cendana hingga Mangrove

“Dengan meningkatkan pariwisata dan promosi produk-produk lokal, kita dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” jelas Diah.

Diah berharap festival ini tidak hanya menjadi pesta rakyat tetapi juga menjadi titik tolak untuk menjaga keajaiban alam dan budaya di daerah tersebut agar dapat lestari hingga generasi mendatang. 

“Melalui momentum ini, mari kita nikmati segala yang ditawarkan oleh Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Poso, dan mari kita jadikan festival ini sebagai panggung untuk melestarikan keberagaman budaya dan keindahan alam kita. Semoga festival ini akan memberikan kenangan tak terlupakan dan menginspirasi kita semua dalam menjaga dan melestarikan warisan kita yang berharga,” tambahnya.

BACA JUGA :  Remaja 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Ditemukan Meninggal Dunia

Ketua Panitia Festival Tampo Lore, Muhammad Subarkah, juga mengungkapkan harapannya agar festival ini dapat mendorong pembangunan di Kabupaten Poso.

“Mudah-mudahan dengan adanya Festival Tampo Lore ini, progress pembangunan di Kabupaten Poso bisa lebih cepat karena kami berniat untuk ikut mendorong ekonomi kreatif. Saya sudah 7 tahun bekerja di Kabupaten Poso dan melihat belum adanya event-event besar. Alhamdulillah, berkat kerjasama yang baik dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, kegiatan ini sangat didukung. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan tahunan karena dapat menarik kunjungan para wisatawan lokal maupun internasional,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *