Sulawesi Tengah Siap Kembangkan 132 Desa Pintar pada 2025

waktu baca 2 menit
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, Sudaryano R. Lamangkona, memimpin rapat pelaksanaan program Smart Village di ruang rapat Dinas Kominfosantik. (Foto : Humas Diskominfo Sulteng).

Diksi.net, Palu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah, Sudaryano R. Lamangkona, memimpin rapat pelaksanaan program Smart Village di ruang rapat Dinas Kominfosantik pada Senin (24/6/2024).

Rapat ini dihadiri oleh Kabid Aptika Kominfosantik Wahyu Agus Pratama, perwakilan Common Room, Roa Jaga Roa, serta OPD terkait lingkup Provinsi Sulawesi Tengah.

Sudaryano menyatakan bahwa rapat ini bertujuan untuk membahas pembangunan Smart Village di Sulawesi Tengah sesuai dengan harapan dan kebijakan Gubernur Rusdy Mastura. 

“Terdapat 132 desa di Sulawesi Tengah yang menjadi sasaran program Smart Village pada tahun 2025 mendatang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Telaah Kritis Industri Nikel: Menggali Keadilan Sosial dan Lingkungan

Melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, pembangunan Smart Village diharapkan dapat mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera di wilayah Sulawesi Tengah, sejalan dengan visi “Gerak Cepat menuju Sulawesi Tengah yang Lebih Sejahtera dan Lebih Maju.”

Perwakilan Common Room Network Foundation, Gustaff H. Iskandar, menjelaskan bahwa sejak masa pandemi COVID-19, konektivitas internet telah menjadi alat penting untuk mendukung komunikasi sehari-hari. Namun, masih ada tantangan berupa kesenjangan digital di kalangan masyarakat umum, terutama di daerah pedesaan dan tempat terpencil.

BACA JUGA :  Kompolnas Apresiasi Langkah Cepat Polda Sulteng Ungkap Kematian Tahanan Polresta Palu

“Saat ini, kami membangun sekolah internet komunitas di Sulawesi Tengah. Salah satu desa percontohan dari program ini adalah Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi,” sebut Gustaff.

Nantinya, akan dilaksanakan Self Assessment (penilaian mandiri) bersama para kepala desa melalui Zoom. Asesmen ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh kebutuhan desa yang menjadi sasaran program Smart Village. 

“Intervensi programnya berbeda. Berdasarkan hasil asesmen, akan terlihat menu apa yang cocok dikembangkan di desa tersebut dalam konteks Smart Village,” tambah Gustaff.

BACA JUGA :  Gempa Poso M6.0, 29 Luka dan Ratusan Warga Terdampak

Nudin Lasahido, Team Leader Roa Jaga Roa, menambahkan bahwa Smart Village yang akan dikembangkan di Sulawesi Tengah sebaiknya mengacu pada Desa Toro yang dinilai berhasil oleh Access Digital Programme (ADP) karena telah menambah tiga akses point untuk kebutuhan internet masyarakat.

“Semoga Bapak Gubernur Sulawesi Tengah dapat mewujudkan Smart Digital di desa-desa sebagai wujud dari Sulawesi Tengah yang Sejahtera dan Maju,” harap Nudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *