Hari Otonomi Daerah Ke-28, Pemprov Sulteng Gelar Upacara dan Syukuran

waktu baca 3 menit
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ma'mun Amir saat jadi inspektur Upacara saat memperingati hari otonomi daerah. (Foto : Diskominfo Sulteng).

Diksi.net, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menggelar upacara dan syukuran untuk memperingati Hari Otonomi Daerah ke-28. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ma’mun Amir, bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Gubernur Sulawesi Tengah. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Pogombo Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah pada hari Kamis, 25 April 2024.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 mengusung tema “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Sehat”. Tema ini dipilih untuk memperkuat komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran seluruh jajaran pemerintah daerah akan tugas membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal. Selain itu, tema ini juga bertujuan untuk mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan demi menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Dalam amanatnya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ma’mun Amir, menyampaikan bahwa otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan serta kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan yang diatur dalam UU No. 23 Tahun 2024 tentang pemerintahan daerah, dengan filosofi otonomi daerah yang didasarkan pada prinsip-prinsip dasar yang tertuang dalam Pasal 18 UUD 1945.

BACA JUGA :  Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas di Loeha Raya

“Otonomi daerah dirancang untuk mencapai dua tujuan utama, yaitu tujuan kesejahteraan dan demokrasi,” ujar Ma’mun Amir.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia juga berkomitmen untuk memperkuat fungsinya dalam memfasilitasi produk hukum daerah yang difokuskan pada pembangunan ekonomi hijau, guna mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara holistik.

“Fungsi ini bertujuan untuk memaksimalkan peran peraturan daerah yang difokuskan pada komoditas dan sektor unggulan yang ramah lingkungan, dengan memperhatikan aspek fungsi ekologis, resapan air, ekonomi, sosial budaya, estetika, dan penanggulangan bencana,” terang Wagub Sulawesi Tengah, Ma’mun Amir.

BACA JUGA :  Wagub Sulteng Serukan Lanjutkan Pengabdian Sosial Habib Saggaf

Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mendukung program pembangunan nasional, termasuk penanganan stunting, penurunan angka kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, dan peningkatan pelayanan publik berkualitas melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Tujuannya adalah mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional dan daerah serta mendorong ekonomi hijau dan lingkungan yang sehat.

Lebih lanjut, Ma’mun Amir menyampaikan bahwa pemerintah pusat menargetkan tahun 2024 untuk menurunkan angka stunting anak menjadi 14 persen secara nasional. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan koordinasi dan sinergi dari seluruh jajaran forkopimda provinsi dan kabupaten/kota dalam mengambil langkah-langkah strategis di wilayah masing-masing.

BACA JUGA :  Gubernur Anwar Hafid Resmikan Festival Danau Poso 2025

“Tindakan yang akan dilakukan dalam menurunkan angka stunting antara lain adalah dukungan arah kebijakan dan alokasi anggaran untuk perbaikan pola asuh dan lingkungan serta penanganan kurang gizi dan anemia yang tepat sasaran bagi ibu dan anak,” tambahnya.

Di akhir amanatnya, Ma’mun Amir menekankan bahwa implementasi pembangunan wilayah perlu dilakukan melalui pendekatan kebijakan yang berkelanjutan dan penerapan regulasi ekonomi hijau. Hal ini bertujuan agar penyelenggaraan pemerintah daerah dan pertumbuhan ekonomi memperhitungkan aspek keadilan sosial dan pelestarian lingkungan.

Selain menyelenggarakan upacara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mengadakan syukuran dengan tujuan memelihara dan mempererat tali silaturahmi. Syukuran tersebut dilaksanakan di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, yang dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ma’mun Amir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *