Musrembang Inklusi Untuk Akomodir Masyarakat berkebutuhan Khusus

waktu baca 2 menit
Wakil Wali Kota Palu, Reny Lamadjido. (Foto : Istimewa).

Diksi.net, Palu – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mejadi ssatu-satunya pemerintah daerah yang melibatkan masyarakat berkebutuh khusus dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang). Pelibatan tersebut dikemas dalam bentuk Musrembang Inklusi Kota Palu tahun 2024 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu.

Musrembang iklusi bertujuan untuk menampung aspirasi, dan merealisasikannya dalam bentuk program sesuai dengn kebutuhan kolompok rentan yang ada di Kota Palu.

“Dengan adanya musrembang ini, Pemkot Palu ingin mencapai hasil yang baik dalam merealisasian program nantinya. Sehingga saran yang ingin dimasukkan harus betul-betul sesuia dengan apa yang di dibutuhkan dengan skala prioritas dan kesanggupan anggaran Pemerintah Kota,” ungkap Wakil Wali Kota Palu, Reny Lamadjido, Rabu (28/02/2024).

BACA JUGA :  Eks Napter Poso Menyesali Perbuatannya dan Bersedia Bekerjasama dengan Aparat

Reny menambahkan, sejauh ini Pemkot Palu telah mendata setiap masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan, hanya saja belakangan mengalami peningkatan jumlah lantaran tidak sedikit diantaranya berasal dari daerah lain.

“Sekarang, Pemerintah Kota Palu akan melakukan pemenuhan kebutuhan kelompok rentan sesuai dengan skala prioritas. Sementara untuk pemenuhan kebutuhan kelompok rentan yang berasal dari luar daerah, kami akan tetap mencoba, namun untuk pemenuhan kebutuhan untuk tempat tinggal kami belum sanggup yterlebih dengan adanya keterbatasan anggaran dan kendala administrasi,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Abu Asbal Salah Satu Tokoh Penting Kelompok JAD Yang Kini Berprofesi Sebagai Guru Ponpes

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Palu, Arfan mengungkapkan, setidaknya ada 17 kelompok yang terakomodir dalam musrembang inklusi 2024. Sedangkan untuk total anggaran yang akan di gunakan dan direalisasikan dalam bentuk program untuk setiap kelompok berjumlah total Rp1,3 Miliar dan sejauh ini telah direalisasikan sebanyak Rp800 juta lebih.

“Sudah ada beberapa kelompok yang mendapatkan realisasi, mulai dari mesin cuci untuk usaha laundry, Leptop dan alat penunjang lainnya, bantuan usaha untuk membuat cafe tuli, dan alat mesin jahit listrik,” ujar Arfan.

BACA JUGA :  Wali Kota Palu Resmikan Kawasan Pura Melasti Pantai Duva

Ia juga berkata, bagi kelompok yang belum terakomodir, diarakan untuk melakukan pengajuan terlebih dahulu dan di usahakan terealisasi pada saat ABT nantinya.

“Pemkot Palu juga mengusahakan agar ada dana tambahan yang dapat diperuntukkan untuk kelompok rentan sehingga akan lebih banyak program yang diakomodir untuk kebaikan bersama,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *