PSU dan PSL Akan dilakukan pada 28 TPS se Sulteng

waktu baca 2 menit
Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulawesi Tengah, Cristian Adiputra Oruwo. (Foto : Redaksi Diksi).

Diksi.net, Palu – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan jajaran akan melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) secara serentak di 10 Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah.

“PSU dan PSL akan dilakukan serentak pada 24 Februari mendatang di 10 Kabupaten/Kota, untuk saat ini KPU dan jajaran sementara menginformasikan kepada masyarakat perihal dilakukannya PSU dan PSL,” ungkap Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulawesi Tengah, Cristian Adiputra Oruwo  (19/02/2024).

BACA JUGA :  Eks Napi Terorisme Menyesali Masa Lalu dan Fokus pada Pertanian Coklat

Cristian menambahakan, untuk Sulawesi Tengah, setidaknya ada 28 TPS yang akan melaksanakan PSU dan PSL yang tersebar di sejumlah Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah. Dilakukannya PSU dan PSL dikarenakan adanya masyarakat yang memilih di TPS namun tidak masuk dalam DPT, dan DPTb.

“Sepuluh Kabupaten/Kota yang melakukan PSU dan PSL adalah Kota Palu, Kabupaten Poso, Banggai, Touna, Morowali, Morut, Parimo, Toli-toli, Buol, dan Kabupaten Bangkep. Sementara Kabupaten Sisanya tidak melakukan PSU maupun PSL,” lenjut Cristian.

BACA JUGA :  Iswandi Mantan Napiter Bersedia Dukung Program Pemerintah

Ia menambahakan, Daerah yang paling banyak melakukan PSU adalah Kota Palu dengan jumlah 9 TPS, kemudian di susul Kabupaten Poso dengan jumlah 6 TPS. Selain itu, dari 28 TPS, 2 TPS di anataranya dilakukan PSL yang ada di Kabupaten Buol.

“PSL ini terjadi karena ada masyarakat yang pada hari pemungutan tidak diberikan surat suara yang seharusnya diterima, lantaran kekurangan surat suara di TPS tersebut dan tidak tersedianya surat suara di TPS terdekat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Garda Alkhairaat Resmi dideklarasikan

“PSU dan PSL adalah upaya KPU melakukan perbaikan terkait adanya kesalahan prosedur yang dilakukan oleh jajaran KPU. Sehingga hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan,” tutur Cristian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *