Bupati Poso Minta Budaya Leluhur Di Pertahankan

waktu baca 2 menit
Bupati Poso Saat hadiri syukuran Kampung Sawidago. (Foto : Dok Pemkab Poso)

Diksi.Net, Poso – Diselimuti suka cita  dan kegembiraan, masyarakat Kampung Sawidago tengah merayakan HUT ke-97 Kampung Sawidago. 

Bupati Poso Verna Inkiriwang mengatakan momentum 97 tahun bagi Kampung Sawidago saat ini adalah waktu yang panjang dan cukup lama. Kampung ini mengalami pasang surut dalam perkembangannya sebagai salah satu kelurahan yang memiliki potensi SDA yang cukup untuk mensejahterakan warganya.

BACA JUGA :  Festival Media 2 : Mendorong Aksi Hijau Bersama

“Refleksi sejarah perkembangan Kampung Sawidago tentu tidak terlepas dari peran serta masyarakat dan pemerintahnya. Karena  senantiasa bersinergi dan berkolaborasi pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, budaya, pengembangan SDM, maupun pembangunan sarana dan prasarana fisik.” jelas Verna, Rabu (26/10/2022). 

Ia juga mengungkapkan, semangat serta kerja keras yang ditunjukkan para pendahulu dalam memberikan sentuhan perubahan kemajuan menjadi motivasi seluruh warga. Sehingga  terus bersinergi, bergandengan tangan, bahu membahu bersama seluruh komponen masyarakat membangun Sawidago yang lebih baik lagi,” Ungkapnya.

BACA JUGA :  Yayasan Hajar Aswad Poso, Garda Terdepan Cegah Paham Radikal di Wilayah Perkebunan Lore Utara

Berbagai pertunjukan budaya lokal ditampilkan dalam penutupan syukuran ulang tahun Kampung Sawidago seperti Moloko, Molado, Tari penyambutan Motaro dan Mangaru.

“Sangat baik karena masyarakat masih mempertahankan budaya lokal ditengah arus globalisasi kemajuan teknologi. Mungkin kedepan kegiatan syukuran ini dibuat lebih besar lagi dengan melombakan berbagai budaya lokal yang dimiliki,” paparnya.

BACA JUGA :  Puluhan Eks Napiter Rayakan Kemerdekaan RI dengan Membentangkan Bendera Raksasa

Pernak-pernik perayaan syukuran memang kental dengan adat Pamona asli hingga jamuan makan bersama yang dikemas dalam Molimbu atau makan bersama. 

Harapannya tradisi leluhur yang sarat budaya tetap dipelihara dan dipertahankan untuk masa depan Tanah Sintuwu Maroso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *