8 Terduga Teroris JAD Berafiliasi ISIS Ditangkap di Sulteng, Tokoh Agama Berikan Dukungan Penuh

waktu baca 2 menit
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Zainal Abidin. (foto : Ist).

Diksi.net, Palu – Aparat keamanan berhasil menangkap delapan orang terduga teroris yang diduga terkait dengan jaringan Jamaah Anshoru Daulah (JAD) berafiliasi ISIS di Sulawesi Tengah. Penindakan ini mendapat dukungan kuat dari tokoh intelektual dan moderasi beragama setempat.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Zainal Abidin, menyambut baik langkah tegas aparat tersebut. Menurutnya, penangkapan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman radikalisme dan terorisme.

BACA JUGA :  BERANI janjikan perbaikan infrastruktur pertanian di Rio Pakava

“Terorisme adalah ancaman nyata. Terkadang penganut paham ini tidak tampak dalam keseharian, tetapi ideologi yang mereka bawa bisa berakibat fatal jika dibiarkan,” kata Prof. Zainal Abidin yang juga Guru Besar UIN Datokarama Palu, Jumat (8/5/2026).

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bersama tanpa menciptakan stigma berlebihan terhadap kelompok tertentu.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah, Habib Sayyid Ali bin Salim Aljufri, mengajak seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.

BACA JUGA :  Polresta Palu Ungkap Motif Pelaku Pembusuran

“Kita harus tetap tenang dan tidak terprovokasi. Serahkan seluruh prosesnya kepada aparat penegak hukum,” ujar Habib Sayyid Ali.

Menurutnya, penindakan ini adalah upaya strategis untuk melindungi Sulawesi Tengah dari penyebaran paham radikal yang dapat mengganggu persatuan dan kedamaian masyarakat.

Penangkapan ini menyasar delapan orang berinisial R (32), AT (29), RP (32), ZA (37), A (43), A (46), S (47), dan DP (39). Mereka diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan Jamaah Anshoru Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

BACA JUGA :  Upaya Percepatan Literasi Digital Indonesia Melalui Semarak Media Digital
Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *