Wagub Sulteng Targetkan RS Undata Jadi Rumah Sakit Bertaraf Internasional

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, menargetkan Rumah Sakit (RS) Undata menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Langkah itu dilakukan melalui penguatan layanan kesehatan dan dukungan pendidikan dokter spesialis.

Hal tersebut disampaikan Reny Lamadjido saat membuka Survey Verifikasi Lapangan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) oleh Kementerian Kesehatan di RS Undata, Kamis (7/5/2026).

BACA JUGA :  DPRD Sulteng Bahas dan Tetapkan Dua Raperda

Menurut Reny, verifikasi ini sangat penting untuk memperpanjang status RS Undata sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Kita membuka tiga program spesialis yakni Ilmu Bedah (Sp-1), Obstetri dan Ginekologi (Sp-1), serta Ilmu Penyakit Dalam (Sp-1),” ujar Reny Lamadjido.

Ia menegaskan bahwa status sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) menjadi syarat mutlak agar RS Undata dapat menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis secara optimal.

BACA JUGA :  Beruang Madu Diselamatkan, Kolaborasi Sukses BBKSDA dan Masyarakat

“Untuk mendukung pendidikan spesialis, RS Undata harus mendapat status RSPPU,” katanya.

Selain peningkatan layanan medis, Reny juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya petugas di garis depan. Kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu fokus menuju standar internasional.

“Untuk jadi rumah sakit dengan pelayanan yang betul-betul internasional, petugas yang di depan harus bisa bahasa Inggris,” tegasnya.

BACA JUGA :  Amar Akwila nyatakan siap pimpin PFI-Palu

Reny berharap berbagai upaya penguatan tersebut dapat menjadi momentum bagi RS Undata untuk terus berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Mari kita bergandeng tangan mendukung Rumah Sakit Undata,” ajak Wagub Reny Lamadjido.

Kegiatan verifikasi tersebut turut dihadiri Direktur RS Undata Jumriani beserta jajaran wakil direktur, dokter spesialis, dan tenaga kesehatan lainnya.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *