HIPKA Dorong Pengusaha Lokal Bangkit, Tegaskan Tak Boleh Jadi Penonton Investasi

waktu baca 3 menit

Diksi.net, Palu – Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) menegaskan komitmennya untuk mendorong kebangkitan pengusaha lokal agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi yang masuk ke Sulawesi Tengah.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Sulawesi Tengah, Ambo Dalle, dalam sambutannya pada acara pelantikan BPW HIPKA Sulteng, Kamis (29/1/2026).

Ambo Dalle menekankan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya yang besar dan harus dimanfaatkan secara optimal untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru, khususnya dari kalangan alumni KAHMI dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Banyak potensi yang bisa dikembangkan di daerah ini. Mudah-mudahan HIPKA bisa memberi manfaat nyata untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru di tengah masyarakat,” ujar Ambo Dalle.

BACA JUGA :  Kadis Kominfo Sulteng Menjadi Penguji Pelatihan Kepemimpinan Administrator

Ia menegaskan, pengusaha lokal tidak boleh tersisih di tengah masifnya investasi yang masuk ke Sulawesi Tengah.

“Pengusaha lokal tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah gegap gempita investasi yang ada di Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Menurut Ambo Dalle, dengan kekuatan tim yang solid serta kehadiran figur-figur strategis dalam kepengurusan HIPKA Sulteng, organisasi ini diharapkan mampu memberi warna baru dan menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi lokal.

“Semangatnya adalah bagaimana pengusaha lokal bisa bangkit, memberi kontribusi, sekaligus mensubstitusi peran pengusaha asing maupun pengusaha besar dari luar daerah,” lanjutnya.

Ia juga menilai HIPKA berada pada posisi strategis di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Karena itu, penguatan ekonomi lokal harus berjalan seiring dengan masuknya investasi.

BACA JUGA :  Pjs. Wali Kota Palu Ajak Semua Pihak Jaga Keberlangsungan Demokrasi

“HIPKA harus terus menjadi jembatan bagi pengusaha, khususnya pengusaha lokal, baik dalam mengawal investasi maupun berperan sebagai mediator,” katanya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal BPP HIPKA, Ahmad Muntaha. Ia menyoroti pentingnya peran organisasi dalam menumbuhkan wirausaha baru serta memfasilitasi akses permodalan, terutama bagi UMKM yang menjadi basis utama anggota HIPKA.

“Piramida bisnis HIPKA itu paling besar berada di bawah, yakni pada level UMKM. Karena itu, UMKM harus terus diperkuat dan ditingkatkan,” jelasnya.

Ahmad Muntaha juga mengingatkan tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, mulai dari ancaman stagflasi hingga ketegangan politik internasional yang berdampak pada ekonomi nasional dan daerah.

“Ketidakpastian global tentu memengaruhi ekonomi makro maupun mikro. Karena itu, efektivitas paket stimulus dan program pemerintah perlu terus dicermati,” ujarnya.

BACA JUGA :  Belasan Eks Napiter Ikuti HUT RI ke-77 di Mako Polda Sulteng

Menurutnya, HIPKA melihat sejumlah kebijakan nasional seperti stimulus ekonomi, program ketahanan pangan, hingga optimalisasi Danantara sebagai peluang positif yang dapat memberi dampak langsung ke daerah, termasuk Sulawesi Tengah.

“Sulawesi Tengah adalah harta karun untuk pertumbuhan jangka panjang. Namun, pengelolaannya harus memperhatikan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan kerugian besar di masa depan,” tegasnya.

Karena itu, HIPKA mendorong investasi yang berorientasi pada hilirisasi guna menciptakan nilai tambah bagi daerah.

“Hilirisasi adalah kunci karena mampu meningkatkan nilai ekonomi produk dalam negeri. Ini juga membuka peluang besar, termasuk melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Palu,” pungkasnya.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *