Wagub Sulteng Sidak Pasar Palu, Harga Telur Naik, Beras Turun Jelang Nataru

waktu baca 2 menit
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido melakukan sidak ke pasar Kota Palu bersama dengan sejumlah stakholder lainnya. (foto : ist).

Diksi.net, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A. Lamadjido, memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Inpres, Pasar Masomba, dan Gudang Bulog di Kota Palu pada Jumat (17/10/2025). Aksi ini bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulteng untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2026, mencegah lonjakan inflasi yang sering terjadi akhir tahun.

BACA JUGA :  25 Ribu Petani Turun ke Jalan Desak Pemerintah Tuntaskan Masalah Agraria

Wagub memantau langsung ketersediaan stok dan fluktuasi harga komoditas esensial. Turut serta Satgas Pangan Polda Sulteng untuk memastikan distribusi aman dan terjangkau.

Hasil sidak menggambarkan kondisi pasar relatif stabil, meski ada disparitas harga. “Harga beras justru turun, ikan selar normal, tapi telur ayam naik karena mahalnya pakan ayam ras dan lonjakan permintaan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ungkap dr. Reny. 

BACA JUGA :  Jasa Raharja dan Kemenhub Buka Posko Terpadu untuk Pengamanan Mudik Nataru

Rinciannya: telur ayam Rp55.000 per rak, ayam potong Rp75.000 per ekor, bawang merah dan putih Rp50.000 per kg. Sementara beras dan cabai menunjukkan tren penurunan, didukung ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog yang melimpah di pasar lokal.

“Beras SPHP ini krusial membantu masyarakat penuhi kebutuhan harian dengan harga terjangkau,” tambahnya. Pemprov Sulteng juga siapkan penyaluran bantuan beras ke desa-kelurahan dalam waktu dekat, guna perkuat ketahanan pangan dan redam potensi inflasi.

BACA JUGA :  Menkeu Berikan Insentif Untuk Pemda Yang Sukses Kendalikan Inflasi

Di akhir kunjungan, Reny tekankan koordinasi intensif TPID. “OPD terkait harus rutin monitor dan analisis harga, antisipasi dini inflasi agar masyarakat Sulteng welas asih jelang Nataru,” pesannya. Langkah ini diharapkan jaga daya beli warga, terutama keluarga miskin, di tengah tekanan ekonomi nasional.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *