Kericuhan dan Pengrusakan Dipicu Kematian Pekerja, 4 Tersangka Ditahan

waktu baca 2 menit
Pengrusakann penjarahan dan pembakaran kendaraan yang dipicu dari kematian terhadap salah seorang pekerja. (Foto : ist).

Diksi.net, Morowali – Kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dikejutkan oleh kericuhan besar pada Jumat malam (8/8/2025) sekitar pukul 22.00 WITA. Aksi massa yang disertai pengrusakan, penjarahan, dan pembakaran kendaraan diduga dipicu oleh kematian seorang pekerja akibat penganiayaan, menciptakan ketegangan di lingkungan industri tersebut.

Kericuhan ini terjadi sehari setelah Muhammad Rijal, pekerja asal Sulawesi Tenggara, tewas akibat penganiayaan dan pengeroyokan pada Kamis malam (7/8/2025) di Bahodopi. Insiden ini memicu kemarahan warga Desa Labota, yang menggelar aksi protes hingga Jumat dini hari, menuntut keadilan dan penangkapan para pelaku.

Video amatir yang viral di media sosial memperlihatkan situasi chaos di PT IMIP. Sekelompok pekerja terlihat merusak fasilitas perusahaan, menjarah barang, dan membakar sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat. Beberapa pelaku bahkan membawa senjata tajam, memperparah kepanikan di kawasan industri.

BACA JUGA :  Ternak di Dua Kabupaten Zona Merah Telah Vaksin

Head of Media Relations PT IMIP, Dedi Kurniawan, menyatakan bahwa pihak keamanan perusahaan bersama aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah pelaku pengrusakan dan penjarahan. “Para pelaku sudah ditahan untuk diproses sesuai hukum,” ujarnya.

Kapolres Morowali, AKBP Zulkarnain, dalam konferensi pers di Mapolres Morowali, Jumat malam, mengungkapkan bahwa empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang menewaskan Muhammad Rijal. Salah satunya adalah anggota Polda Sulawesi Tengah, sementara tiga lainnya merupakan petugas keamanan perusahaan.

BACA JUGA :  Orang Nomor 1 RI dipastikan Hadiri Munas KAHMI

“Korban dianiaya dengan tuduhan terlibat pencurian mobil. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Bahodopi, nyawanya tidak tertolong,” jelas Zulkarnain. Ia menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung, dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan.

Kabid Propam Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Roy Satya, menegaskan komitmen pihaknya untuk menindak tegas anggota kepolisian yang terlibat. “Kami tidak akan mentolerir pelanggaran yang mengakibatkan hilangnya nyawa,” tegasnya.

Pihak kepolisian menerapkan pendekatan persuasif untuk meredakan ketegangan di kalangan pekerja. Hingga Sabtu pagi (9/8/2025), situasi di PT IMIP dilaporkan telah berangsur kondusif. Jenazah Muhammad Rijal telah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di kampung halamannya di Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Mat Lahay Siap Menangkan Berani di Touna

Untuk mencegah kejadian serupa, rapat koordinasi dijadwalkan pada Sabtu pagi, melibatkan Bupati Morowali, Kapolres Morowali, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan manajemen PT IMIP. Rapat ini akan membahas langkah-langkah penanganan jangka pendek dan strategi pencegahan jangka panjang.

Insiden ini menyoroti tantangan keamanan di kawasan industri strategis seperti PT IMIP, yang merupakan salah satu pusat ekonomi di Morowali. Pihak berwenang dan manajemen perusahaan didesak untuk memperkuat sistem keamanan, meningkatkan komunikasi dengan pekerja, dan memastikan penegakan hukum yang adil guna mencegah eskalasi konflik di masa depan.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *