Beruang Madu Diselamatkan, Kolaborasi Sukses BBKSDA dan Masyarakat

waktu baca 2 menit
Beruang madu yang berhasil di evakuasi dan dikembalikan ke habitatnya. (Foto : BBKSDA Riau).

Diksi.net, Riau – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, bersama Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, Yayasan Arsari, dan masyarakat setempat, berhasil mengevakuasi seekor beruang madu jantan Helarctos malayanus yang masuk ke permukiman warga di Desa Makmur Sejahtera, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar. 

Operasi penyelamatan ini menunjukkan kolaborasi efektif untuk melindungi satwa langka sekaligus meminimalkan konflik dengan manusia.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengungkapkan bahwa evakuasi dimulai pada Senin, 19 Mei 2025, setelah laporan masuk pada Minggu malam, 18 Mei 2025, tentang kemunculan beruang tersebut. 

BACA JUGA :  Pasangan BERAMAL Janjikan Program Unggulan untuk Nelayan dan Petani di Banggai Laut

“Tim kami langsung berkoordinasi dengan Penjabat Kepala Desa, perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Kami memasang kandang jebak di lokasi terakhir beruang terlihat, dengan dukungan warga,” ujarnya dalam laporan tertulis, Senin (26/5/2025).

Proses penangkapan mengalami tantangan awal. Pada Selasa, 20 Mei 2025, tim menemukan umpan di jebakan habis diduga dimakan beruang, namun pintu jebakan gagal tertutup. Setelah perbaikan mekanisme, upaya berhasil pada Rabu, 21 Mei 2025, dengan beruang jantan tersebut tertangkap dalam kondisi sehat.

BACA JUGA :  Kota Palu Naik ke Peringkat 49 dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2023

Setelah observasi awal, beruang dilepaskan kembali ke habitat alaminya di hutan konservasi Riau. Selain evakuasi, tim juga menggelar edukasi kepada warga untuk waspada terhadap konflik satwa liar. 

“Kami imbau warga tidak beraktivitas sendirian di ladang, terutama pagi dan malam hari, serta melapor jika ada konflik satwa. Jangan bertindak anarkis, karena ada sanksi hukum untuk pelanggar,” tegas Supartono.

BACA JUGA :  Pendaftaran Calon Presidium MN KAHMI Resmi Dibuka

Langkah ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian beruang madu, satwa dilindungi yang terancam punah, sekaligus menciptakan harmoni dengan alam.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *