BINDA Tidak Terlibat Dalam Penyelenggaraan Munas KAHMI

waktu baca 2 menit
Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyayangkan adanya pesan berantai di media sosial yang mengaitkan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) dengan pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 KAHMI di Palu. (Foto : Istimewa).

Diksi.Net, Palu – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyayangkan adanya pesan berantai di media sosial yang mengaitkan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) dengan pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 KAHMI di Palu. 

“Selama rapat koordinasi dan pertemuan dengan pimpinan daerah, BIN tidak pernah terlibat,” kata Ketua Panitia Daerah Munas KAHMI Tavip di Palu. 

BACA JUGA :  Palu Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular Jepang, Sampah Kota Jadi Biogas & Pupuk

Pernyataan itu disampaikannya terkait munculnya pesan berantai dengan judul “Jokowi Gagal Membuka Munas KAHMI, Kenapa?”. 

Menurut dia, opini itu cenderung menyudutkan lembaga negara yang tidak pernah terlibat langsung dalam memberikan saran dan masukan. 

“Sangat disayangkan adanya opini itu, dengan latar belakang penulis yang belum bisa dipertanggung jawabkan secara akademis,” katanya menegaskan. 

BACA JUGA :  FDL 2024: Merayakan Keindahan Alam dan Kearifan Budaya Menuju Pariwisata Hijau

Sementara itu, Ketua Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulawesi Tengah Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan tulisan itu terlalu berlebihan dengan sumber yang belum dapat dipertanggung jawabkan. 

“BINDA hadir dalam rapat resmi atau rapat koordinasi dimana yang terkonfirmasi resmi hadir adalah wakil presiden,” jelasnya. 

Dia menegaskan tidak pernah ada pertemuan dengan BINDA Sulteng, bahkan memberikan masukan jika Presiden Jokowi kalah pamor dengan Anies Baswedan, jika mereka menghadiri Munas di Palu. 

BACA JUGA :  Sapa Pedagang Rusdy Mastura Serap Aspirasi di Pasar Palu

Hal itu juga dibenarkan Tim Ahli Gubernur Sulteng Ridha Saleh jika BINDA aktif berkoordinasi terkait agenda kunjungan presiden maupun wakil presiden, termasuk agenda tambahan agenda pemerintah daerah yang berpotensi agenda kunjungan lain di Sulteng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *