Pembekalan Fasilitator SKK 2026, Tekankan Keluarga Harus Benar-Benar Mandiri

waktu baca 2 menit
Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, membuka kegiatan pembekalan fasilitator Sekolah Khusus Keluarga (SKK) Tahun 2026. (foto : Imran).

Diksi.net, Palu – Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, secara resmi membuka kegiatan pembekalan fasilitator Sekolah Khusus Keluarga (SKK) Tahun 2026, Selasa (28/4/2026) di Auditorium Kantor Wali Kota Palu.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Palu, Diah Puspita, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam sambutannya, Sekda Irmayanti menegaskan bahwa program SKK yang dimulai sejak 2025 merupakan salah satu program prioritas Pemkot Palu untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan keluarga di kota tersebut.

BACA JUGA :  Ketua Utama Alkhairaat Imbau Seluruh Imam Masjid di Sulteng gelar Shalat Istisqa

“Saya harap 30 keluarga peserta tahap pertama ini benar-benar sudah mandiri, baik secara ekonomi, kesehatan, wawasan, maupun pendidikan yang setara,” ujar Irmayanti.

Sekda Irmayanti menekankan agar seluruh OPD terkait memberikan pendampingan maksimal dan intervensi yang tepat sasaran. Ia meminta dilakukan evaluasi mendalam terhadap perkembangan 30 keluarga tersebut agar kondisinya jauh lebih baik dibandingkan sebelum mengikuti program.

Menurutnya, peran fasilitator menjadi kunci keberhasilan SKK. Fasilitator tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu berkomunikasi efektif, memotivasi, serta memastikan materi terserap dengan baik oleh keluarga sasaran yang mungkin memiliki keterbatasan pendidikan.

BACA JUGA :  Ahmad Ali Ajak Warga Banggai Laut Tingkatkan Ekonomi Lewat Potensi Lokal

“Fasilitator harus bisa menyampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, memotivasi, dan memastikan tidak ada materi yang terlewat,” jelasnya.

Irmayanti juga mengingatkan agar program SKK tidak sekadar seremonial. Ia meminta komitmen dan koordinasi yang kuat antar-OPD agar program benar-benar memberikan dampak nyata dan perubahan yang terukur.

“Kita harus tuntaskan pendampingan tahap pertama sebelum beralih ke keluarga berikutnya. Jangan tinggalkan keluarga jika belum benar-benar mandiri,” tegas Sekda.

BACA JUGA :  Coffe Float Brown Sugar & Homemade Burger Menu Baru Santika Hotel

Ia pun meminta evaluasi kinerja fasilitator dilakukan secara berkala, bahkan sejak minggu pertama pelaksanaan.

“Selagi diberi amanah, kita jalankan sebaik mungkin. Pastikan setelah mengikuti SKK, keluarga sasaran benar-benar mandiri dan menjadi inspirasi bagi keluarga lain di Kota Palu,” pungkas Irmayanti Pettalolo.

Program Sekolah Khusus Keluarga (SKK) merupakan inovasi Pemkot Palu yang fokus membangun ketahanan keluarga melalui pendampingan intensif di berbagai aspek kehidupan.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *